|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Since January 1st, 2004
Want2Know U'r IP-Address?
|
http://www.andrelucky.blogspot.com
This is my own world !!! |
|
### KONSISTENSI yang PROGRESIF dan DINAMIS ### --- "KEEP CLEAN, for You, Jogja, and The Whole World" ---
Welcome to My Heterocozmost, BlueBlog Special Wiseword:
Tuesday, February 24, 2009
SEGA, Sega, atau sega
(0)____Comment(s)
Bagaimanakah cara membaca kata 'SEGA'??? Cara anda membaca kata ini dapat menunjukkan jati diri anda yang sebenarnya. Ingat, bahwa anda harus membacanya dengan spontan tanpa berpikir terlebih dahulu. Pengucapan yang pertama kali itulah yang menyiratkan siapakah anda sesungguhnya. Coba saja anda minta orang lain untuk membaca kata yang sama. Saya pastikan bahwa setiap orang yang berbeda jati diri akan membaca kata tersebut dengan cara yang berbeda-beda pula. Anda tidak percaya??? Silakan buktikan sendiri!!! Beberapa kata di bawah ini juga bisa anda jadikan bahan uji coba, yaitu: - TEKA - BETA - PRUJAKAN - JOKTENG - PENGOK - PEKOK - ENTOK - ENTAK - BELEK - TEKEK - ITU SUDAH! Silakan diujicobakan kepada diri anda sendiri dan kepada orang lain. Selamat menguji dan mencoba. ============================================
Ce, Ce, dan Ce
(0)____Comment(s)
Anda merasa pandai membaca?? Silakan tes kemampuan anda dalam membaca kata-kata di bawah ini. Jika anda dapat mengucapkan semua kata dengan benar pada pengucapan pertama kali, anda boleh berbangga sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan lebih di bidang bahasa. - cebel (ihh cebel deh, pengucapan kata 'sebal' dengan gaya manja) - cecek (cicak) - cecep (Cecep, nama orang Sunda, teman SMA gw dulu) - cedek (dekat, bahasa Jawa) - cedep (sedap, omongan anak kecil asli betawi) - cekek (cekik, mencekik) - cekel (pegang, bahasa Jawa) - cekem (mencekem = mencekam, suasana) - celeb (selebritis) - celek (dekat, bahasa Jawa) - celem (di-celem-in = dicelupin, bahasa Betawi kali ya?) - celep (suara benda tajam menancap pada benda empuk, itu tuh kayak panah cupid nancep di hati) - cemek (dicemek-cemek = dipegang-pegang, sama aja kayak digrepe kali ya?) - cemen (payah, loyo, tak berarti, bukan lawan tanding) - cemer (CE-len MER-tue aka. calon mertua, hehehe) - cepek (aduh 100 deh, masak lo kagak tau?) - ceper (rico ceper atau mobil ceper) - cepet (cepat) - cerem (iihhh cerem banget neeh) - ceres (merek makanan kali ya?) - ceret (teko) - cetek (dangkal, tidak dalam) - cewek (kalo yang satu ini, lo tau sendiri kan?) Gimana hasilnya? Anda merasa pandai membaca atau merasa masih harus ikut wajib belajar 9 tahun?? Hehehe, just kidding, just for laugh, jangan diambil serius. Cepek deh.... ============================================
Main-Main dengan kata 'MAIN'
(0)____Comment(s)
Kata-kata dalam Bahasa Indonesia banyak yang bermakna ganda apalagi jika kata tersebut sudah bergabung dengan kata-kata lainnya sehingga membentuk gabungan kata. Dalam hal ini, kata 'main' termasuk dalam kata-kata yang dimaksud di atas. Untuk lebih memperjelas maksud pernyataan tersebut, berikut disampaikan beberapa gabungan kata yang mengandung kata 'main', yaitu: - main mata - main gila - main api - main-main - main air - main cewek - main tunjuk - main kasar - main pukul - main atas - main bawah - main samping - main aman - main catur - ... dan masih banyak lagi. Silakan anda cari sendiri. Oya, pesan saya, anda jangan 'main mata' apalagi 'main gila' sama pacar atau istri orang lain yach! Ingat bahwa 'main api' seperti itu jangan dianggap hanya 'main-main' biasa. Jika anda 'main air' mungkin anda hanya basah kuyup, tapi jika 'main cewek' seperti itu akibatnya bisa gawat. Orang yang merasa teraniaya akibat ulah anda akan 'main tunjuk' anda sebagai penyebab masalah dan selainjutnya 'main kasar' hingga 'main pukul'. Oleh karena itu, daripada anda 'main atas', 'main bawah', atau 'main samping', lebih baik anda 'main aman' dengan cara 'main catur' saja. Permainan ini jelas lebih Aman, Nyaman, dan Menyenangkan (kayak slogan kotamadya aja seh?!) Labels: Main-Main dengan kata 'MAIN' ============================================
Kamis, 19 Februari 2009, 23.32 WIB
(0)____Comment(s)
Empty Talk in My Tiny Castle(Celotehan di Istana Kecil Gw) Hari ini udah sebulan lebih gw terdiam di "istana kecil" (baca: kamar sempit) gw. Gak ada yang gw kerjain kecuali bingung, bingung, dan bingung. Gw nganggur gak ada kerjaan. Cari kerjaan di berbagai media udah gw lakuin, tapi sampai sekarang belum ada satupun yang bisa gw jalanin. Kenapa? Karena dari beberapa lamaran yang gw masukin belum ada satu pun yang ngirim balasan. Satu pun tidak ada balasan yang datang, baik penolakan maupun surat panggilan keterima kerja. Gw merasa kayaknya ada sesuatu yang salah dengan surat lamaran gw. Entah bahasanya, entah CV gw, entah yang lainnya. Sementara ini seh gw cuma nganggap bahwa semua itu emang harus terjadi, dengan kata lain: emang nasibnya gw saat ini belum dapat kerjaan. Kata orang seh, belum rejeki gw. Bagi gw sendiri kondisi kayak gini seh gak masalah, tapi bagi orang lain terutama keluarga gw hal ini lumayan jadi masalah besar. Mereka sibuk nyariin lowongan kerja buat gw. Terutama si Enyak yang sampe pusing banget keliatannya. Enyak sampe ngajak gw ke tempat sodare-sodare buat nanyain lowongan kerja di tempat mereka. Ya... gw seh ikut aja diajak Enyak, itung-itung buka peluang, siapa tau aja ada lowongan yang cocok buat gw. Tapi, ya... itu tadi, sampe sekarang gw masih jadi pejabat alias pengangguran Jawa Barat. Sebenernya banyak seh yang bisa gw kerjain di rumah dengan memanfaatkan beberapa fasilitas yang gw punya. Gw bisa bikin tulisan karya sastra, gw bisa bikin live report pribadi tentang kejadian di sekitar Cikarang ini, gw bisa bikin apapun yang pada intinya memanfaatkan apa yang gw punya. Tapi, entah apa yang ada dalam pikiran gw dan entah apa yang terjadi dengan diri gw. Gw ngerasa kayak kehilangan sesuatu yang gw sendiri gak tau apaan itu. Gw ngerasa kayak gak punya semangat apapun juga buat ngelakuin hal apapun. Gw kayak ngerasa terlalu santai banget ngadepin hidup ini. Gw hanya diam berpangku tangan, melakukan sedikit hal, dan mengharapkan banyak hal. Yang lebih parah lagi, kayaknya gw mengharapkan "keajaiban" datang menemui gw. Entahlah... gw rasa harus ada sesuatu yang bisa membangkitkan semangat hidup gw. Dalam pikiran gw seh banyak hal yang pengen gw kerjain, tapi semuanya itu cuma berakhir di alam khayal gw aja. Semua rencana itu hanyalah tinggal rencana yang gak gw kerjain. Gw cuma bisa bikin rencana dan setelah itu... ya... gitu, deh. Baru sekarang ini neh gw bikin tulisan tentang apa yang terjadi pada diri gw. Kemarin-kemarin gw cuma diam, diam, dan diam. Mungkin gw harus mulai menulis, ya... menulis apapun yang bisa gw tulis. OK, mungkin memang ini saatnya gw mulai bergerak walau agak perlahan. Perlahan tapi pasti. Gw terus teringat apa yang dibilang sama Roy Martin dalam sebuah film. Dia bilang bahwa sukses adalah proses dan BUKAN hasil akhir. Menurut gw itu gak salah, tapi gw rasa lebih tepatnya yaitu "sukses = proses + hasil akhir yang baik". Selain itu, gw juga inget omongannya Mario Teguh sang motivator yang biasa nongol di TV. Dia mengajukan sebuah pertanyaan yang menurut gw sangat penting artinya, yaitu: HOW CONNECTED ARE YOU TO YOUR FUTURE?? (Seberapa terhubungkannya anda (pada saat ini) dengan MASA DEPAN anda??) Pertanyaan tersebut mengandung banyak makna yang sangat dalam. Yang dimaksud terhubungkannya adalah apa yang kita kerjakan pada saat ini dan apa yang kita harapkan atau inginkan di masa depan. Sudahkan yang kita kerjakan sekarang berhubungan dengan apa yang ingin kita capai di masa depan? Sementara itu, pertanyaan lainnya yang menurut gw jauh lebih penting adalah: MASA DEPAN yang bagaimana yang ingin kita capai?????? Itu satu pertanyaan BESAR bagi gw!!! Bagaimana mungkin kita tahu terhubungkan atau tidak sementara kita gak tau apa yang kita kerjakan sekarang dan yang lebih parah lagi, kita gak tau masa depan yang bagaimana yang kita inginkan. Menurut gw yang harus dicari tahu untuk langkah awal adalah seperti apa MASA DEPAN impian kita itu. Setelah itu barulah kita mencoba menghubungkannya dengan apa yang kita kerjakan sekarang. Jika yang kita kerjakan sekarang itu memang berhubungan dengan masa depan yang ingin kita capai, lanjutkanlah pekerjaan itu. Namun, jika yang kita kerjakan sekarang ini tidak ada hubungannya sama sekali dan tidak mendukung atau tidak mendekati masa depan yang ingin kita capai, segeralah kita perbaiki arah tujuan kita, segera kita introspeksi apa yang kita lakukan sekarang, dan jika memungkinkan segeralah kita ganti apa yang kita kerjakan sekarang dengan pekerjaan lain yang memang berhubungan dengan masa depan yang ingin kita capai. Ada satu hal lagi yang selalu gw pegang selama ini, yaitu: DO YOUR HOBBY, BUT YOU PAID FOR IT (lakukan sesuatu [pekerjaan] yang kamu sukai, meskipun [baca: dan seharusnya] kamu mendapatkan bayaran [keuntungan] untuk hal itu). Maksud kata-kata tersebut adalah bahwa kita harus melakukan sesuatu hal yang memang kita sukai, kita senangi, apalagi kalau memang itu hobi kita. Selanjutnya dari hal yang kita lakukan dengan senang hati itu, kita bisa mendapatkan sesuatu yang bisa berarti income atau pemasukan atau penghasilan. Jadi, kita mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu hobi kita dapat terlaksana dan kita juga mendapatkan income. Sekali tepuk banyak nyamuk yang kena, sekali merengkuh dayung banyak pulau terlewati, sekali genggam banyak kerikil yang kita pegang. Sebagai penutup gw sampaikan beberapa harapan buat diri gw pribadi. Semoga gw bisa sukses dengan melewati suatu proses yang semestinya dan mendapatkan hasil yang baik. Semoga apa yang kelak gw kerjakan di waktu-waktu mendatang sesuai dan berhubungan dengan masa depan yang ingin gw capai, yang semoga gw udah tahu seperti apa masa depan yang gw inginkan itu. Terakhir, semoga yang gw kerjain kelak memang sesuatu yang gw sukai, jadi gw bisa mengerjakannya dengan sepenuh hati tanpa ada paksaan dan sesuatu yang gw kerjain itu bisa memberikan income dan keuntungan (dalam bentuk apapun) buat gw. Semoga, semoga, dan semoga bisa terkabul. Sukses buat kita semua. Amin, amin, amin.... ============================================ ============================================ Tuesday, February 17, 2009
A Beautiful Mind: Sebuah Kasus Schizophrenia
(0)____Comment(s)
Belum lama ini saya menonton sebuah film jadoel, yaitu A Beautiful Mind. Film tersebut cukup menarik. Namun demikian, di mana menariknya film tersebut tidak akan saya sampaikan di sini, melainkan dalam tulisan/artikel yang saya buat setelah saya menonton film tersebut. Adapun artikel tersebut adalah sebagai berikut. A Beautiful Mind: Sebuah Kasus Schizophrenia, Antara Kenyataan (Reality) dan Khayalan (Imagination) Film A Beautiful Mind (ABM) berkisah tentang seseorang peraih nobel, John Forbes Nash , yang menderita schizophrenia. Tokoh-tokoh yang ada dalam ABM adalah John F. Nash (Russell Crowe)–sebagai tokoh utama, Alicia Nash (Jennifer Connelly)–sebagai istri John, Dr. Rosen (Christopher Plummer)–sebagai dokter yang merawat John, Parcher (Ed Harris)–sebagai agen rahasia khayalan, Charles (Paul Bettany)–sebagai teman sekamar khayalan, dan Marcee (Vivien Cardone)–sebagai gadis kecil khayalan. Inti cerita dari film ini adalah seseorang yang menderita schizophrenia, yaitu suatu penyakit kejiwaan/psikologis, yang didefinisikan sebagai berikut. Schizophrenia, severe psychotic disorder characterized by a loss of contact with reality and disintegration of the personality (penghancuran kepribadian). Schizophrenia, any of a group of severe mental disorders that have in common such symptoms as hallucinations, delusions (ilusi), blunted emotions (emosi yang tidak jelas atau tumpul), disordered thinking, and a withdrawal from reality. Penyakit ini dianggap sebagai suatu penyakit yang serius, yang ciri-cirinya antara lain berupa kekacauan kepribadian seseorang yang ditandai dengan “hilang”-nya hubungan dirinya dengan dunia realitas. Tanda-tanda umum dari penyakit mental ini antara lain adalah halusinasi, ilusi, kekacauan pikiran, dan penarikan diri dari realitas. Sebagai pembanding, penyakit yang dimaksud dapat digambarkan sebagai berikut. The schizophrenic is like a man permanently under the influence of mescalin (semacam minuman beralkohol), and therefore unable to shut off the experience of a reality which he is not holy enough to live with (Aldous Huxley, British novelist and essayist). Seseorang yang berada dalam pengaruh alkohol (baca: mabuk) akan bertindak secara tidak sadar. Akan tetapi, pengaruh itu dapat hilang dalam beberapa waktu ke depan. Sementara itu, penyakit schizophrenia adalah keberadaan seseorang dalam kondisi “mabuk” yang berkepanjangan dan tak berkesudahan. Dengan cara lain schizophrenia dapat juga dianalogikan sebagai berikut. If you talk to God, you are praying; if God talks to you, you have schizophrenia. If the dead talk to you, you are a spiritualist; if God talks to you, you are a schizophrenic (Thomas Szasz, Hungarian-born U.S. psychiatrist). Disampaikan di atas bahwa jika anda berbicara kepada Tuhan, hal itu disebut berdoa. Akan tetapi, jika Tuhan berbicara kepadamu, hal itu menandakan bahwa anda menderita schizophrenia. Selanjutnya, jika anda (mampu) berbicara dengan arwah, hal itu menandakan bahwa anda dapat disebut sebagai cenayang, dukun, atau “orang pinter”. Namun, jika Tuhan berbicara kepadamu, hal itu menandakan anda “layak” disebut sebagai penderita schizophrenia. Akibat penyakit ini, John Nash terus-menerus mengalami kehidupan yang tercampur aduk, antara dunia realitas dan dunia khayalan, bahkan hingga ia menerima hadiah nobel—di bagian akhir film. Adapun khayalan-khalalan yang dialaminya secara umum dapat dibagi menjadi tiga, berdasarkan dengan “siapa” ia mengalaminya, yaitu (1) khayalannya bersama Parcher tentang misi rahasia yang ditugaskan pemerintah kepadanya; (2) khayalannya bersama Charles; (3) khayalannya bersama Marcee. Khayalan John Nash bersama Parcher membawa dirinya kepada petualangan militer yang serba rahasia. Ia mendapat tugas sebagai agen pemecah kode. Tugasnya adalah memecahkan kode rahasia tentang keberadaan bom milik Rusia yang kabarnya akan diledakkan di Amerika. Dalam hal ini, ia harus memecahkan kode-kode rahasia untuk mengetahui di mana bom itu akan diledakkan. Berbagai khayalan pun tercipta sehubungan dengan kasus ini. Misalnya ia harus menerjemahkan kode-kode yang konon terdapat di surat kabar dan majalah. Ia juga harus mengirimkan kode-kode itu—yang telah berhasil ia pecahkan—ke suatu tempat rahasia, pada cerita selanjutnya diketahui bahwa kode-kode itu tidak pernah diambil oleh siapapun. Adapun khayalannya bersama Charles adalah bahwa John menganggap Charles sebagai teman sekamarnya, padahal sesungguhnya ia tinggal sendiri di kamar asramanya. Ketika ia dibawa oleh petugas (perawat) ke rumah sakit jiwa untuk menjalani perawatan, John menganggap dirinya ditangkap oleh agen rahasia Rusia. Selanjutnya, ketika ia melihat Charles berada di sana, ia mengganggap bahwa Charles-lah yang telah membocorkan rahasia tentang dirinya karena Charles adalah teman sekamarnya yang tahu banyak tentang apa yang dia kerjakan. Diceritakan bahwa John tetap berkeras bahwa agen Rusialah yang menangkapnya, padahal kejadian realitas yang sesungguhnya adalah John dibawa ke RSJ karena dianggap telah menderita schizophrenia. Sementara itu, hubungan film ABM dengan studi psikoanalisis Lacan adalah sebagai berikut. Lacan menyampaikan tiga macam “dunia” yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, yaitu dunia realitas, dunia imajinasi/khayalan, dan dunia simbolik. Dalam ABM, tokoh John mengalami ketiga dunia itu secara bersamaan. Dunia real adalah di mana dia hidup dengan istri dan anaknya, serta kehidupannya sebagai dosen di universitas. Dunia imajinasi/khayalan adalah tempat dia mengalami kehidupan bersama Parcher, Charles, dan Marcee; termasuk kehidupannya sebagai seorang agen rahasia yang bertugas untuk memecahkan kode-kode rahasia Rusia. Sementara itu, dunia simbolik yang dialami John adalah ketika dia merasa menjadi seorang agen rahasia. Konsekuensi dari profesinya sebagai agen telah “ditentukan”, antara lain bertugas memecahkan kode rahasia, tidak membuka identitas dirinya, melakukan segala sesuatu dengan penuh kerahasiaan, dan menjalani hidup yang penuh dengan kekerasan. (bener gak yach???) —————————– Info tambahan: Schizophrenia is a psychotic state characterized by withdrawal from the world of reality and a retreat into fantasy, hallucinations, delusions, aberrant ideas associated with egocentricity, and various phases of excitement or stupor. Contemporary research is concerned with the possibility of basically differentiating normal subjects and schizophrenics by organic methods. With this goal as the stimulus, investigations include blood studies for clotting time, glutamic acid content and levels, copper, ceruloplasmin (the blood enzyme that binds body copper), high insulin, lack of vitamin A, and low oxygen. Unfortunately there is a lack of specificity in these factors. For example, high ceruloplasm levels are also found where there is intensive cellular growth, as in pregnancy and malignant tumors, and in any nonspecific state of stress such as in surgery. Ultrasonic recording of blood changes as a diagnostic differential between psychotics and nonpsychotics has proved to be about 70 per cent accurate for the former and 80 per cent for the latter. However, some specificity has been indicated in another area. Researchers at Tulane University recently isolated taraxein, a protein fraction in the bloodstream of schizophrenics which, injected into normal subjects, could produce a short psychotic state not unlike schizophrenia. (Encarta ® Reference Library 2005). All left reserved). Schizophrenic (Psychology) one who suffers from schizophrenia (severe psychotic disorder). Nash, John F., Jr. (1928- ), American mathematician and corecipient of the 1994 Nobel Prize in economics for his pioneering work in game theory. Nash shared the Nobel Prize with American economist John C. Harsanyi and German mathematician and economist Reinhard Selten. Nash was born in 1928 in Bluefield, West Virginia. In 1948 he graduated from Carnegie Institute of Technology (now Carnegie Mellon University) in Pittsburgh, Pennsylvania, receiving both his bachelor’s and master’s degrees in mathematics because of his unusual brilliance. He received his doctorate from Princeton University in Princeton, New Jersey, in 1950. Professors at both schools labeled him a genius. Nash joined the faculty of the Massachusetts Institute of Technology in Cambridge from 1951 to 1959, but he resigned due to bouts with mental illness. He was diagnosed with schizophrenia. After brief stays in mental hospitals and a brief sojourn to Europe, Nash began an informal association with Princeton University, maintaining an office in Fine Hall—the building that houses the Department of Mathematics—but without holding a faculty position (Encarta ® Reference Library 2005) ============================================
Aku Mencintaimu
(0)____Comment(s)
Aku mencintaimutanpa tahu bagaimana atau kapan atau di mana Aku mencintaimubegitu melihatmu tanpa kerumitan atau suatu kebanggaan Jadi, aku mencintaimukarena aku tahu tak ada lagi selain hal ini Begitu dekat,seakan tanganmu di dadaku adalah tanganku Begitu dekat,seakan waktu kau menutup mata akupun tertidur (dikutip dari dialog dalam film Patch Adam) NB. Sebelum muncul banyak pertanyaan bertubi-tubi mengenai siapa ‘mu’ yang dimaksud dalam dialog di atas, maka saya (sebagai ‘aku’) sampaikan bahwa huruf ‘m’ pada ‘mu’ seharusnya besar sehingga menjadi ‘Mu’ yang artinya adalah (tahu khan, siapa Dia?) ============================================
Ahh… Teori
(0)____Comment(s)
Ahh… teori….Demikian bunyi kalimat yang sudah lama tidak kita dengar karena memang sudah tidak zamannya lagi (baca: tidak populer) dan sudah terkalahkan oleh jargon ABCD (Aduh Bo… Cape Dech…). Akan tetapi, sebagai insan akademik atau civitas akademika, maka mau tidak mau kita akan selalu berhadapan dengan teori, teori, dan teori. Tanpa berpanjang lebar lagi (karena itu akan menjadi sama dengan luas), berikut ini saya sampaikan sedikit kutipan pendapat para pakar tentang teori. Teori adalah sekumpulan proposisi yang saling berkaitan secara logis untuk memberikan penjelasan mengenai sejumlah fenomen (Liang Gie). Teori itu memegang peranan terpenting dalam ilmu pengetahuan. Tanpa teori, hanya ada pengetahuan tentang serangkaian fakta saja, tetapi tidak akan ada ilmu pengetahuan (Hassan dan Koentjaraningrat). Yang perlu diperhatikan adalah teori itu bukan pengetahuan yang sudah pasti, akan tetapi harus dianggap sebagai petunjuk hipotetis (Tan). Demikian semoga ada sedikit manfaatnya. ============================================ Foto di itu saya ambil (maaf, tanpa izin terlebih dahulu) dari situs Valentino Rossi ( http://www.rossifiles.com/photos/album/rossi-2005/ ). Walaupun tidak meminta izin, setidaknya saya masih beritikad baik dengan mencantumkan sumbernya. Demikian pula, kita seharusnya melakukan hal yang sama dalam hal yang lainnya, selalu mencantumkan atau menyebut sumber aslinya apabila kita mengutip atau mengambil sesuatu hal. Demikian lebih baik daripada tidak sama sekali (maksudnya, sama sekali tidak memohon izin dan tidak menyebutkan sumber).The Doctor Kenapa saya pakai nama samaran itu? Ada beberapa alasan yang cukup layak dikemukakan di KUCURIN ini. Memang sih, alasan-alasan itu tidak semuanya masuk akal, dapat diterima logika dan akal sehat, tapi paling tidak alasan tersebut “cocok” dijadikan sebagai alasan. Oya… sebenernya gak penting juga sih membahas hal ini, seperti yang aku sampaikan di pendahuluan bahwa isi KUCURIN ini haruslah bermanfaat bagi saya pribadi dan juga bagi orang lain sebagai pembaca. Alasan pertama yang paling logis adalah saya dapat dikatakan sebagai FBR alias Fans Berat Rossi. Hampir setiap penampilannya dalam perlombaan MotoGP saya ikuti terus, terutama balapan terakhirnya itu yang sayangnya menyedihkan bagi para fansnya. Sebenarnya saya berharap bahwa Rossi dapat menjadi juara dunia untuk yang kesekian kalinya, memperpanjang rekor juara dunianya. Rossi dapat disebut sebagai pembalap yang memiliki rekor juara dunia paling lengkap. Dia menjuarai berbagai kelas, 125 CC, 250 CC, 500 CC, dan MotoGP (900 CC). Bahkan, dia dapat melakukannya (meraih gelar juara tersebut) dengan menggunakan pabrikan yang berbeda (Honda dan Yamaha). Pembalap sekelas Michael Doohan–yang sudah menjadi juara dunia sebanyak 5 kali berturut-turut–tidak mampu melakukan hal tersebut. Padahal anda tahu sendiri bahwa Doohan adalah gurunya Rossi. Secara prestasi tampak bahwa Doohan kalah dari Rossi, tetapi bagi saya itulah keberhasilan Doohan sebagai seorang guru, yaitu menghasilkan murid yang lebih baik, lebih berkualitas daripada dirinya. Dengan demikian, Doohan dapat tetap menegakkan kepalanya karena dialah sesungguhnya yang berada di balik kesuksesan Rossi, The Doctor. [Doc, tulisan lo kok gimana gitu rasanya. lo kalo pake kata ganti ’saya’ ntu rasanye kurang pas ya. secara lo kan punya dare Betawi, nyang dah terbiasa pake kata ganti ‘elo-gw’. tapi terserah lo deh, ntu kan pilihan lo] Karena keberhasilan Rossi itulah, saya merasa “patut” mengidolakan dan mengaguminya. Kemampuannya menaklukan para senior dan semangatnya sebagai pembalap muda tidak kalah dengan para pembalap pendahulunya. Prinsip lebih baik dari guru atau orang yang mengajari kita segala sesuatu kadang sering juga saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan berarti kita “mengalahkan” guru kita dan bukan berarti pula bahwa guru kita “kalah” dari kita. Justru kita harus melihatnya sebagai suatu KEBERHASILAN yang “sempurna”. Keberhasilan yang bukan semata-mata menghasilkan penerus yang sukses, tapi penerus (atau “murid”) yang lebih sukses! [emang lo punya guru pa, Doc?! sapa aja guru-guru lo itu? jangan-jangan lo dah lupa ma guru-guru lo, atau ma mereka yang pernah ngajarin lo berbagai ilmu?! awas lo ye kalo lo ampe ngelupain guru-guru lo!!!] Alasan lainnya sebenarnya tidak perlu saya kemukakan di sini karena lebih bersifat narsis dan ke-PeDe-an. Anda bisa melihatnya di bagian profil saya, terutama di bagian testimonial. Silakan. Demikian aja sekilas mengenai nama samaran, nama pena, nama alias, nama panggilan, atau apapun sebutannya. Semoga tidak ada yang keberatan dan tersinggung karena saya menggunakannya. Memang sih, bisa dibilang saya terlalu “PD” dan terkesan “sombong” dengan menyandang nama panggilan itu, tapi mau bagaimana lagi? Saya tidak bisa melarang atau menganjurkan orang lain untuk memanggil saya dengan sebutan tertentu. Selama hal tersebut tidak “berbahaya” dan (terutama) tidak “merugikan” diri saya dan justru “menguntungkan”, maka hal tersebut akan saya “terima” dengan senang hati, hehe. [ternyata gitu lo ya, Doc. gw kira elo gimana gitu, ternyata lo cuma seneng dipanggil dengan panggilan yang lo rasa sebagai penyanjungan diri lo, begitu?! oooo…. pantesan aja!] Sementara segitu aja dulu postingan saya di KUCURIN ini, semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya. Salam The Doctor ============================================
Yang aku posting kali ini adalah kata-kata dalam bahasa Inggris dan terjemahannya. Kata-kata itu aku dapat dari game Sim City 4. Lumayan bisa untuk menambah kosakata bahasa Inggris.
(0)____Comment(s)
acumen: ketajaman; anxiety: kemasygulan, concern, keresahan, kekhawatiran, kecemasan, kewaswasan; barely: sedikit sekali, hampir tidak ada; bog down: ambles, become stuck, be delayed, be caught; inbuck: menjatuhkan penunggangnya, rusa jantan; burst: pecah, meletus, meledak, melarikan diri, mencari jalan; bustle: bergerak cepat & tergesa2, menyibukan diri, kerepotan, rancangan rok, tergesa-gesa, kesibukan; clogged: tersumpal, stopped up; clout: kekuasaan, tamparan; congest: padat, v. clog, crowd, fill overly full; become congested, become clogged; cause congestion; consciousness: kesadaran, keinsafan, pemikiran2/perasaan2 yang dimi liki seseorang; counsel: menasehati, nasehat; crawl: merangkak, merayap, maju/jalan perlahan, penuh dengan he wan merayap, merasa seperti ada yang merayap, renang gaya bebas; creep: merayap, melata, merangkak, menjalar; crunch: memamah, menggetap, meremukkan; cuddle: memeluuk dengan penuh kasih sayang; curd: dadih susu (kental) untuk dibuat keju; curdle: v. coagulate, congeal; freeze; go sour, turn into curd; den: gua, liang, kandang, tempat persembunyian, kamar belajar; discern: melihat dengan jelas, memahami, mencamkan; doodle: v. scribble, draw idly n. scribbled drawing or meaningless scrawl; dump: tempat pembuangan sampah, gardu, membuang, tentara, melemparkan begitu saja, mengekspor barang yang tidak laku di negaranya dengan harga murah; favor: mengkaruniai, reward someone; field: medan, plain, square, domain, realm, v. go onto the field, take the field (about a sports team); receive the ball n. area; domain, range; piece of land; space designated for an item of information in a record (Computers); surface; land designated for sports; composition of players; layer; area where a battle takes place; battle adj. of an open area of ground; folk: orang-orang, rakyat, sanak; foresight: kemampuan/persiapan untuk tahu keperluan mendatang; gin: jenewer, keran, perangkap, gin, arak, sopi, n. strong colorless alcoholic liquor made from distilled rye and juniper berries; gin rummy (type of card game) v. trap, snare; remove seeds from cotton by means of a cotton gin n. cotton gin, machine which removes seeds from raw cotton; trap, snare; glove: sarung tangan; gluttonous: geragas, serakah, lahap; governing: memerintah; gratify: memuaskan, menyenangkan, memenuhi, v. satisfy, please, fulfill, gladden, delight; gruel: bubur; hale: (orang tua) sehat & kuat, membawa dengan paksa; heap: tumpukan, timbunan, onggokan, banyak, memenuhi, mencurah kan, melimpahkan; hopscotch: n. children's game in which the players throw a pebble or small object into a series of squares drawn on the ground and then jump or hop through the squares to pick up the object; impede: menghalangi, mengganggu; judicious: bijaksana; kitt: putty, any of several varieties of soft material used as a sealant, cement, bonding agent; kitty: vagina; Kiwi: kiwi, flightless bird having no tail and very small wings (native to New Zealand); kiwi, type of fruit; knee-deep: setinggi lutut, terbenam; laud: menyanjung; liberal: serba bebas; loiter: v. idle about; lag behind; waste time; hang about; loitering: n. act of passing the time aimlessly, wasting of time, dawdling; merrily: adv. happily, joyfully, gladly; festively; merry: girang, gembira, meriah; mesmerize: melakukan hipnotis terhadap, memukau; munch: mengunyah dengan gerakan rahang; notch: menakik, menoreh, n. groove; V-shaped cut; level, degree (Informal); pass between two hills or mountains v. groove; cut; make a notch in; score a point; oatmeal: tepung havermot; pave: mengaspal, melapisi jalan dengan batu; pavement: trotoar, ubin batu, kaki lima, aspalan; paving: n. pavement material, material used to cover a road or path (asphalt, cement, tiles, bricks, etc.); pester: mengganggu, menyusahkan; piggy: n. young swine, piglet voracious, gluttonous; like a swine, hoggish; plead: membuat pernyataan/alasan, membela, mengakui, memohon; pledoy: (legal) defense; prescription: n. written order for a medication; instruction, directive; order, command adj. of or pertaining to a medical prescription; obtainable only with a medical prescription (about a medication), resep; progeny: anak, keturunan; putty: dempul; rodent: hewan pengerat, pengerat; rump: pantat hewan; scarce: jarang ada, kekurangan, tidak umum; scribble: menulis seperti cakar ayam; spoiled: busuk, anja-anja, manja, alem, basi; squeal: jerit/pekik karena sakit/takut; stale joke: old joke, joke that is well known and overly told; striking: colok, mencolok, menyolok, glaring, menarik perhatian, istimewa, luar biasa; stymie: v. hinder, impede; swell: membengkak, membsr, mengembang, orang penting/perlente; tall: alang-alang, tinggi, tidak masuk akal, tidak wajar; testy: lekas merasa terganggu; tide: pasang surut, arus, kecenderungan; tie up: take all the time of someone; I was tied up this morning so I was unable to answer the phone; temporary pause; temporary slowdown; link; anchor; bind, fasten by tying; tonic: obat penguat, penguat, jamu; trekking: penarikan, penghelaan; tumultuous: hingar-bingar ; unearth: mengungkapkan, menemukan, menggali; wallow: bergulingan, berkubang; ============================================ ============================================ Saturday, February 14, 2009
Berikut ini adalah percakapan virtual antara diri gw dgn diri gw sendiri (maksudnya: ngomong sendiri, gitu). Percakapan ini terjadi setelah gw selesai melakukan pengeditan besar-besaran untuk yang pertama kalinya, yaitu pada hari Selasa, tgl 10 Februari 2009.
(0)____Comment(s)
The Doctor: hahahaha, akhirnya gw bikin banyak perubahan besar. The Doctor: apaan aja tuh? The Doctor: Ya... lo liat aja sendiri dech. The Doctor: Oya, pengeditan blog kali ini makan waktu sekitar 7 jam. Terakhir jam 17.17 WIB. Alhamdulillah. Tambahan: Pengeditan itu berakhir pada pukul 17.17 WIB. Karena pengeditan berlangsung selama sekitar 7 jam, berarti mulainya sekitar pukul 10.10 WIB. Bisa lo bayangin gak, betapa lamanya gw di depan komputer berinternet cuma untuk sekedar ngedit website gw ini. Lo bayangin juga berapa biaya yang keluar karena gw akses internetnya di warnet berbayar alias kagak gratis, Bro. ============================================ |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Right2Copy(C)2004, Ver: 02.E.HP, CodeGen: BlueBlog EnHopa, Design: ALDA (AndreLuckyDigitalArt), All Lefts Reserved |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||